Bridging Pieces, Ballet Kolaborasi Tiga Negara

Lamikan

RABU, 19 NOVEMBER 2008 | 21:09 WIB
JAKARTA,RABU- Para peballet remaja dari Namarina Youth Dance akan menggelar sebuah pementasan tarian ballet bertajuk Bridging Pieces di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki pada Sabtu (29/11). Ragam, transisi serta perpaduan budaya akan ditampilkan sebagai kolaborasi dari tiga negara yaitu Amerika, Jepang dan Indonesia.

Selain itu, nantinya pertunjukkan juga akan diiringi oleh musik perkusi dan sintesizer untuk menghidupkan pertunjukkan secara utuh. "Saya ingin memfasilitasi angan-angan remaja ini untuk menjadi seorang penari, sekaligus menjadikan mereka sebagi aset bangsa lewat seni tari," kata Artistic Director Bridging Pieces Maya Tamara saat memberikan konfrensi pers di studio ballet Namarina Youth Dance(NYD) Jakarta, Rabu(19/11).

Maya menjelaskan, pertunjukkan yang terdiri dari dua bagian, setiap bagian terdiri atas dua tarian yang memiliki gaya yang berbeda. Di samping itu, saat jeda di setiap tarian akan disuguhan tarian transisi agar para penonton dapat merangkai tiap tarian menjadi sebuah cerita yang utuh.

Bagian yang pertama, tarian I'm Alone Like This hasil koreografer Masako Yasumoto asal Jepang akan menjadi pembuka pertunjukkan ini. Tarian bergaya kontemporer ini akan menceritakan berbagai masalah kehidupan urban yang terjadi belakangan di sekitar kita. Mereka saling memperlihatkan dirinya yang egois di antara kamuflase yang ada di sekelilingnya. Di sini para penonton dapat menyaksikan karakteristik penari secara individual dan mengintrepetasikan dalam dirinya sebagai pilihan jalan hidup.

Selanjutnya, tarian berjudul Phatways hasil koreografer Adam Mckinney akan menjadi sebuah jawaban dari masalah kehidupan urban pada tarian sebelumnya. Tarian bergaya modern ini memperlihatkan penari yang berjumlah 12 menemukan jalannya masing-masing. Lewat sajian tari yang berangkat dari ballet klasik, para pengunjung diajak untuk menyaksikan berbagai pilihan dari setiap individu ketika membuat keputusan. Sehingga terlihat dari tiap penari melalui ekspresi, gerak dan kekompakan sebuah konsep yang menjadi jawaban dalam mengatasi kehidupan urban ini.

"Kolaborasi koreografer dari Jepang, Amerika, serta Indonesia saat transisi mampu mebuat cerita yang utuh namun dengan gaya yang berbeda," tambah Maya yang juga mengkoreograferi tarian transisi di sela tarian di tiap bagian.

Bagian kedua, lanjut Maya, akan ditampilkan dua tarian ballet bergaya pop dan klasik. Tarian pertama berjudul "Dream" menceritakan impian seseorang yang muncul melalui berbagai hal seperti mimpi, fantasi dan hal lainnya. Mimpi ini mampu memberikan warna dalam kehidupan yang ditunjukkan lewat 27 penari ballet dengan berbagai ekspresi dan harapan dalam mencapai impiannya.

Tarian yang dikoreograferi Sussi Andri asal Indonesia ini akan memperlihatkan kepada penonton bagaimana sebuah setiap penari berusaha dan mengalami kegagalan dalam mewujudkan mimpi. Sementara yang berhasil meluapkan kegembiraannya.

Pada tarian terakhir, para penonton akan dibawa pada legenda Jaka Tarub dengan tujuh bidadarinya. Tarian berjudul "Nawang Wulan" hasil koreografer Dinar Karina asal Indonesia menceritakan bagaimana ekspresi kegembiraan dan kesedihan ditunjukkan lewat penari yang berperan sebagi bidadari. Kedua ekspresi akan dilihatkan secara nyata bagaimana seseorang kehilangan sesuatu dan tidak memiliki harapan untuk kembali seperti semula. Tidak ada yang bisa disesalkan, hanyalah keprasahan untuk menerima kadaan. Sebabnya para Nawang Sari tak bisa bersatu dengan kaumnya, pun tanpa bisa bersatu dengan manusia.

Akhirnya, pertunjukaan yang akan berlangsung dua kali, pukul 14.30 dan 19.30 ingin memperlihatkan sisi lain sebuah seni tari melalui ballet sebagai sebuah pilihan. Tidak hanya sebagai hiburan namun memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk bernaung sebagai aset penting di 5-10 tahun mendatang.

"Kita ingin tunjukkan Indonesia juga mampu berbicara dan berkolaborasi dengan paballet luar negri yang berpengalaman, sekaligus memberi warna dalam sebuah pertunjukkan seni," tambah Maya sambil tersenyum.

Apa itu ballet

Lamikan

Ditulis oleh Ruci
Wednesday, 18 April 2007
Ballet (baca : ba – le) adalah sebuah seni tari istimewa yang ditarikan dengan cara khusus di atas panggung sehingga berbeda dengan tarian pada umumnya menggunakan langkah, gerakan, musik, kostum dan tata rias, serta set panggung untuk bercerita dan membakar imajinasi penonton. Untuk dapat menarikan jenis tari yang telah berumur lebih dari 400 tahun ini memerlukan latihan yang tidak ringan untuk mencapai kesempurnaan namun menyenangkan dan spektakuler untuk disaksikan. Semua ballet terdiri dari kombinasi tarian-tarian solo (menari sendiri), pase deux atau duet (menari berdua), dan tarian bersama (menari dengan jumlah penari yang banyak) yang para penarinya tergabung dalam corps de ballet.




Kita menyebut menari dengan memakai pointe shoes berpita sebagai ballet. Ballet ini berasal dari Italia dan berkembang di Prancis. Untuk dapat menari ballet, baik wanita maupun pria, membutuhkan kerja keras dan waktu yang lama untuk mencapai kesempurnaan teknik, kekuatan fisik, dan musikalitas. Selain itu yang lebih penting adalah diperlukannya disiplin yang tinggi serta mental yang kuat dari setiap penari ballet.

Yang membuat ballet spektakuler dan berbeda dari jenis tari lain adalah para ballerina-nya memakai pointe shoes atau toe shoes saat menari. Menari sambil berjinjit dengan mengenakan sepatu yang keras membuat ballet menjadi spektakuler. Tentu saja menari dengan mengenakan pointe shoes harus ditunjang dengan bentuk kaki yang lurus serta teknik yang tinggi. Ballet danseur atau penari ballet pria tidak memakai sepatu jenis ini, sejak mula hingga seterusnya mereka memakai soft shoes yang lebih fleksibel. Namun begitu untuk dapat menari dengan baik tetap dibutuhkan kekuatan kaki karena mereka harus melakukan gerakan-gerakan yang hebat bahkan lebih hebat dari ballerina. Karena bahkan dalam menari ballet sekalipun, seorang ballet danseur harus menunjukkan maskulinitasnya.



Belajar Ballet

Berlatih ballet, baik dimulai saat masih anak-anak atau saat dewasa dimulai dari dasar. Semua pemula akan mempelajari dasar-dasar ballet termasuk cara berdiri yang benar membentuk poin, dan gerakan-gerakan dasar lain yang tidak memerlukan teknik tinggi. Namun demikian terkadang seseorang tidak terlalu memperhatikan tahap ini sehingga ketika ia belajar pada tingkat yang lebih tinggi tidak dapat melakukannya dengan baik, dengan kata lain teknik yang dimilikinya lemah yang dapat mengakibatkan ketidak-bebasan dalam bergerak bahkan dapat menyebabkan cedera. Hal ini erat hubungannya dengan kedisiplinan seseorang yang, seperti sudah disebutkan diatas, merupakan satu poin penting dalam mempelajari ballet. Kedisiplinan tersebut akan merangsang pola pikir dan sikap mental positif dari anak bahwa untuk mencapai suatu tujuan , kita perlu usaha, proses, dan ketekunan. Untuk menunjang itu semua kita membutuhkan sekolah yang mampu memberikan kita pembelajaran yang baik dengan silabus yang terstruktur. Dari sinilah anak akan belajar memilih media terbaik untuk mendukung cita-citanya. Orang tua dapat mengajak anak belajar menganalisa baik-buruk dan resiko atas pilihannya.


Yang harus dipakai saat belajar ballet.

Untuk menunjang kelancaran proses belajar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat belajar didalam kelas:

Leotard : Leotard didesain agar kita dapat bergerak bebas dan guru dapat melihat gerakan yang kita lakukan. Leotard harus pas dipakai di badan sehingga postur dan kesalahan gerakan dapat terlihat.

Skirt : Skirt hanya dipakai murid kelas awal belajar ballet sebagai media belajar untuk membantu pembentukan posisi tangan dan lengan dalam ballet.


Stocking : Fungsi stocking adalah menopang bagian tubuh (pinggang kebawah) yang kurang kencang. Untuk murid kelas awal ballet biasanya mengenakan kaos kaki dulu agar gerakan kaki lebih terlihat.
Sepatu ballet : Dua macam sepatu ballet ; soft shoes dan point shoes. Semua siswa pemula ballet baik wanita atau laki-laki menggunakan soft shoes. Semua sepatu ballet harus benar-benar pas dikaki, karena apabila terlalu sempit atau terlalu longgar akan mempersulit gerakan. Penari ballet laki-laki akan terus memakai soft shoes sepanjang karirnya, sedangkan penari ballet wanita juga harus belajar memakai pointe shoes, dengan mengambil kelas khusus belajar pointe shoes. Tentu saja kaki mereka harus cukup kuat atau rekomendasi guru.

Rambut rapi : Rambut harus diikat rapi dan tidak menutupi wajah agar tidak mengganggu selama belajar, selain itu pada saat pentas penonton bias melihat jelas mimik muka penari.
Pada saat belajar tidak disarankan untuk mengenakan perhiiasan atau assesoris yang berlebihan, selain mengganggu juga bisa mengakibatkan cedera.

Meskipun belajar ballet itu tidak mudah, tetapi ini merupakan proses yang harus kita lewati melalui tahap-tahap ini untuk menjadi bisa. dengan ketekunan kita bisa melalui tahapan-tahapan itu sehingga terbentuk baik posture maupun teknik dan keindahan. Belajar ballet tidak dapat dilakukan sembarangan atau asal-asalan. perhatikan setaip detil teknik, karena teknik dasar sangat penting. jadi kita semua bisa menjadi ballerina yang hebat dengan ciri kita masing-masing, asalkan kita mau disiplin, sabar dan bekerja keras.

Menarik Partner Dansa

Lamikan

MENARIK PARTNER DANSA
Ditulis oleh Dancer Passion
Monday, 16 April 2007
Ballroom Dance berasal dari kebudayaan barat. Mempelajari Ballroom Dancing juga berarti mempelajari kebiasaan negara barat. Kebiasaan seperti bagaimana seorang pria 'lead' seorang wanita dengan lembut dan tidak kasar, bahkan dalam kategori latin. (Lead tidak berarti memaksa).



“Apa yang Wanita inginkan dari Pria”

Wantia menyukai pria yang maskulin tetapi juga menikmati seni. Seorang pria yang juga tertarik menjadi lebih dari hanya pekerjaannya, mencari lebih nilai hidup dari pada hanya makan, tidur, dan bekerja.

Musik dan Dancing menyentuh wanita secara sangat dalam dan dengan cara yang unik, dan dapat membuat masalah hidup harian terlihat lebih ringan. Apa yang lebih baik dari pada membagi hal tersebut dengan pria yang spesial.

Seorang pria akan belajar bagaimana menari karena dia tahu di mana para wanita berada
Pria yang beruntung akan bertemu dengan wanita yang menakjubkan ketika menari yang menyukainya dan menghormatinya
Pria yang cerdik dan beruntung akan mengetahui ketika dia menemukan wanita yang baik dan meneruskan untuk memperdalam hubungannya dengan dansa dan romansa.
Yang dicari Wanita dari Pria :

Leader yang baik di lantai dansa yang mengetahui musik
Penampilan Rapi, bersih, dan terawat
Percaya diri, penuh keyakinan, dan melakukan kontak mata secara langsung
Memiliki selera humor dan kecerdasan
Bertingkah laku baik, misalnya : membukakan pintu, mengenalkan dengan teman-temannya, memiliki pengetahuan tentang table manner, dsb.
Memiliki fisik yang fit, dan berat badan yang ideal
Tertarik dengan apa yang kita katakan, seorang pendengar yang baik
Nice Looking!
Yang Wanita tidak sukai dari Pria :


Pria yang tidak dapat memimpin (lead) dan menyalahkan hal itu pada partnernya
Bertingkah laku buruk / memalukan
Nafas bau atau bau badan yang tidak enak
Menggunakan pewangi badan murahan
Sikap yang sombong
Bersikap mesum di lantai dansa ataupun di luar lantai dansa
Pria yang menggunakan pakaian yang ketinggalan zaman
Perokok atau peminum berat
Tipe loser
Pria bodoh atau berlagak bodoh.


“Apa yang Pria cari dari Wanita”

Meskipun kamu hanya berpenampilan biasa saja atau mungkin sedikit botak atau memiliki sedikit kelebihan berat badan, wanita-wanita yang mencintai dansa mungkin tidak terlalu perduli akan hal itu. Mereka hanya mencari pria yang dapat membawa meraka dalam langkah-langkah dansa.

Ketika seorang pria mempelajari dansa, dia akan menemui dunia yang baru. Dia akan dengan cepat mengetahui bahwa biasanya ada dua wanita yang berdansa dengan satu pria pada pesta dansa. Ini kabar baik untuk pria.

Yang Pria cari dari Wanita:

Penampilan yang Atraktif, rapi, dan bersih
Kepribadian yang bagus, ramah tamah.
Bahagia dengan karir atau pekerjaannya
Sehat, tidak terlalu kurus atau terlalu berat
Cerdas
Penuh kasih sayang dan perhatian
Berkepribadian tenang
Menyukai olahraga atau tidak masalah apabila pria tersebut menyukai olahraga
Memiliki selera humor yang bagus

Yang tidak disukai Pria dari Wanita:

Badan atau nafas bau
Dingin dan tidak perhatian
Penampilan yang berantakan atau sangat terlalu memiliki berat badan berlebihan
Menganggur
Terlalu banyak make up
Bahasa yang kasar, keras, atau bersuara keras
Terlalu cemas akan dirinya sendiri
Wanita yang selalu mengkritik cara pria dalam memimpin atau menari
Tidak pandai bercakap-cakap
Pengomel
Seorang pria akan menyukai menjadi pedansa yang lebih baik dari partnernya. Mereka juga senang menolong partnernya untuk belajar dengan cara mengambil lesson atau workshop bersama-sama.